Minggu, 08 September 2013

Makalah Filosofi Penggerakan



BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang Masalah
Fungsi penggerakan yaitu untuk menggerakkan dan mengarahkan pelaksanaan  program. Aktuasi lebih memusatkan perhatian pada pengelolaan sumber daya  manusia. Oleh karena itu, fungsi aktuasi lebih menekankan pada manajer dalam  mengarahkan dan menggerakkan semua sumber daya (manusia dan yang bukan manusia) untuk mencapai tujuan yang telah disepakati.
Fungsi pergerakan dalam suatu organisasi adalah usaha untuk tindakan dari pimpinan dalam rangka menimbulkan kemauan dan membuat staf mengerti dalam menjalankan tugasnya sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan sebelumnya. Untuk menggerakkan dan mengarahkan sumber daya manusia dalam organisasi, peranan kepemimpinan (leadership), motivasi staf, kerja sama dan komunikasi antar staf merupakan hal pokok yang perlu mendapat perhatian para manajer organisasi.

1.2  Rumusan Masalah
Berdasarkan permasalahan diatas dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut :
1.      Apa yang dimaksud dengan Penggerakan ?
2.      Bagaimana teori Penggerakan ?
3.      Seperti apakah  teknik-teknik penggerakan ?
4.      Bagaimana Prinsip dan Fungsi Penggerakan  ?

1.3  Maksud dan Tujuan Pembutan Makalah
Maksud dan tujuan pembuatan makalah ini adalah :
1.      Untuk mengetahui dan memahami apa yang dimaksud dengan penggerakan
2.      Untuk mengetahui teori tentang penggerakan
3.      Mengetahui dan memberikan gambaran mengenai teknik-teknik penggerakan
4.      Untuk mengetahui bagaimana prinsip dan fungsi penggerakan




1.4  Manfaat Pembuatan Makalah
Pembuatan makalah ini memiliki manfaat sebagai berikut :
1.      Agar dapat digunakan sebagai bahan bacaan oleh para mahasiswa dalam menambah pengetahuan tentang Filosofi Penggerakan
2.      Para pembaca dapat mengetahui seperti apa teori penggerakan, teknik penggerakan, prinsip dan fungsi penggerakan

























BAB II
PEMBAHASAN
2.1              Pengertian Penggerakan
Penggerakan adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan manajerial dan usaha-usaha organisasi. Jadi Acctuating artinya adalah menggerakkan orang-orang agar mau bekerja dengan sendirinya atau penuh kesadaran secara bersama-sama untuk mencapai tujuan yang dikehendaki secara efektif. Dalam hal ini yang dibutuhkan adalah kepemimpinan (leadership). Ada beberapa pendapat para ahli tentang definisi dari teori dasar penggerakan (acctuating) :
  1. Terry
Mengatakan bahwa Pergerakan (Acctuating) merupakan usaha untuk menggerakkan anggota kelompok sedemikian rupa sehingga mereka berkeinginan dan berusaha untuk mencapai sasaran perusahaan yang bersangkutan dan anggota perusahaan tersebut oleh karena anggota itu ingin mencapai sasaran tersebut.
  1. Mitchel
Berpendapat bahwa Motivasi mewakili proses psikologikal yang menyebabkan timbulnya, diarahkannya dan terjadinya persistensi kegiatan sukarela yang diarahkan kearah tujuan tertentu.
  1. Robbin
Mendefinisikan motivasi sebagai kesediaan untuk melaksanakan upaya tinggi untuk mencapai tujuan organisasi yang di kondisi oleh kemampuan, upaya demikian untuk memenuhi kebutuhan individual tertentu.
4.      Prof. Dr. Sondang S. Siagian, MPA
Penggerakan (motivating) adalah keseluruhan proses pemberian motif bekerja kepada para bawahan sedemikian rupa, sehingga mereka mau bekerja dengan ikhlas demi tercapainya tujuan organisasi dengan efisien dan ekonomis[1].
Kesimpulan dari defenisi diatas adalah bahwa penggerakan adalah suatu usaha untuk menggerakan anggota kelompok atau individu yang berkeinginan dan berusaha untuk mencapai sebuah perusahaan tersebut untuk menggerakan dalam organisasi yang dibentuk dalam memenuhi kebutuhan individual tersebut

2.2                   Teori Penggerakan
Pada garis besarnya, setiap manusia mempunyai dua macam kebutuhan pokok. Pertama, ia mempunyai kebutuhan yang bersifat materi. Kedua, ia mempunyai bentuk kebutuhan yang berbentuk nonmateri.
A.      Menurut Abraham H. Maslow dalam bukunya Motivation and Personality, Maslow  menggolongkan kebutuhan manusia dalam lima tingkat kebutuhan (Five Hierarchy of Needs). Kelima tingkat kebutuhan itu perlu diketahui oleh pemimpin organisasi dan berusaha untuk memuaskannya bagi bawahannya. Kelima tingkat kebutuhan itu,menurut Maslow adalah sebagai berikut :
a.         Kebutuhan yang bersifat fisiologis  (physiological needs)
Manifestasi kebutuhan ini terlihat dari tiga hal, yaitu sebagai berikut :
1.        Sandang
2.        Pangan
3.        Tempat berlindung (perumahan)
               Kebutuhan-kebutuhan ini merupakan kebutuhan yang amat primer karena kebutuhan-kebutuhan ini telah terasa sejak seorang manusia dilahirkan hingga ia memasuki liang kuburnya.
b.         Kebutuhan-kebutuhan keamanan (safety needs)
       Kebutuhan-kebutuhan keamanan ini mengarah kepada dua bentuk, yaitu sebagai berikut
1.        Kebutuhan akan keamanan jiwa, yang bagi pemimpin organisasi terutama berarti keamanan jiwa ditempat pekerjaan pada waktu  jam kerja. Dalam arti luas tentunya setiap manusia membutuhkan keamanan jiwanya dimanapun ia berada.
2.        Kebutuhan akan keamanan harta, ditempat pekerjaan pada waktu jam kerja.
c.         Kebutuhan-kebutuhan social (social needs)
              Karena manusia adalah makhluk social, sudah jelas ia mempunyai kebutuhan-kebutuhan social, yang tergolong kedalam 4 golongan yaitu sebagai berikut :
1.        Kebutuhan akan perasaan diterima oleh orang lain dimana ia hidup dan bekerja (sense of belonging)
2.        Kebutuhan akan perasaan dihormati kerena manusia merasa dirinya penting (sense of importance)
3.        Kebutuhan akan perasaan maju dan tidak gagal (sense of  achievement)
4.        Kebutuhan akan perasaan ikut serta (sense of participation)
d.        Kebutuhan akan prestise (esteem needs)
       Yaitu kebutuhan memperoleh kemashuran atau reputasi, terhormatan atau dihormati. Mereka membutuhkan pujian, penghargaan dan pengakuan atas kedudukannya (status)
e.         Kebutuhan mempertinggi kapasitas kerja (self actualization)
       Hal ini berarti bahwa setiap manusia ingin mengembangkan kapasitas mental dan kapasitas kerjanya melalui berbagai cara seperti on the job training, off the job training, seminar, konverensi, pendidikan akademis, dan sebagainya.
                                         
B.       Teori kebutuhan manusia oleh David Mc Clelland, ada (tiga), yaitu[2] :
1.        Need for achievement (kebutuhan untuk berprestasi). Yaitu kebutuhan untuk berprestasi yang merupakan refleksi dari dorongan akan tanggung jawab untuk memecahkan masalah.
2.        Need for affiliation (kebutuhan untuk berafiliasi). Yaitu kebutuhan untuk berafiliasi yang merupakan dorongan untuk berinteraksi dengan orang lain, berada bersama  orang lain, tidak mau melakukan sesuatu yang merugikan orang lain.
3.        Need for power (kebutuhan untuk berkuasa). Yaitu kebutuhan untuk kekuasaan yang merupakan refleksi dari dorongan untuk mencapai otoritas, untuk memiliki pengaruh terhadap orang lain.

C.      Teori ERG (Existence, Relatedness, Growth) oleh Alderfer.
1.        Existence needs
Kebutuhan ini berhubungan dengan fisik dari eksistensi pegawai, seperti makan, minum, pakaian, bernafas, gaji, keamanan kondisi kerja, fringe bernefits.
2.        Relatedness needs
kebutuhan interpersonal, yaitu kebutuhan dalam berinteraksi dalam lingkungan kerja.
3.        Growth needs
Kebutuhan untuk mengembangkan dan meningkatkan pribadi.  Hal ini berhubungan dengan kemampuan dan kecakapan pegawai.

D.      Teori Insting oleh Charles Darwin
Teori ini muncul berdasarkan teori evolusi Charles Darwin, selanjutnya dikembangkan oleh William James, Gigmund Freud, dan Mc Dougall menjadi insting sebagai konsef yang penting dalam psikologi.
Sigmund Freud menempatkan motivasi pada insting agresif dan seksual.  Sedangkan Mc Dougall menyusun daftar insting yang berhubungan dengan semua tingkah laku, seperti rasa jijik, rasa ingin tahu, kesukaan berkelahi, rasa rendah diri, menyatakan diri, kelahiran, reproduksi, lapar, berkelompok, ketamakan, dan membangun.
Teori ini menyimpulkan bahwa motivasi seseorang sangat ditentukan oleh kebutuhan dalam dirinya (drive) dan faktor kebiasaan (habit) dan pengalaman belajar sebelumnya.

E.       Teori Drive oleh Clark L. Hull
Teori ini menyimpulkan bahwa motivasi seseorang sangat ditentukan oleh kebutuhan dalam dirinya (drive) dan factor kebiasaan (habit) dan pengalaman belajar sebelumnya.

F.       Teori lapangan oleh Kurt Lewin
Teori ini merupakan pendekatan kognitif untuk mempelajari perilaku dan motivasi.  Teori lapangan lebih memfokuskan pada fikiran nyata seseorang ketimbang pada insting atau habit.  Perilaku merupakan suatu fungsi dari lapangan pada momen waktu dan yang merupakan fungsi dari seseorang dengan lingkungannya.

G.      Teori (x) dan (y) oleh Douglas Mc Gregor
Ada dua pendekatan mengenai tingkah laku dengan menggunakan asumsi-asumsi mengenai sifat manusia, yaitu:
a.         Teori (x), berasumsi:
1.      Umumnya manusia tidak senang bekerja dan berusaha untuk menghidar jika mungkin,
2.      Pada umumnya manusia ini harus diawasi dengan ketat, dipaksa, dan diberi hukuman untuk tujuan-tujuan organisasi,
3.      Pada umumnya manusia ini tidak mempunyai ambisi, tidak menginginkan tanggung jawab, bahkan lebih sukar untuk diarahkan,
4.      Motivasi untuk seseorang menurut teori (x) hanya berlaku lower needs (kebutuhan tingkat dasar atau rendah).
b.        Teori (y), dengan asumsi:
1.        Bahwa bekerja adalah kodrat manusia,
2.        Bahwa manusia itu akan mengawasi dan mengarahkan dirinya sendiri untuk mencapai tujuan organisasi karena sudah ada keterikatan terhadap organisasi,
3.        Manusia akan mengawasi dirinya sendiri dan akan berprestasi jika diberikan motivasi yang baik,
             Motivasi pada teori (y) tidak hanya pada lower need, tetapi juga pada higher needs.


2.3    Teknik-teknik Penggerakan[3]
       Pelaksanaan fungsi motivating dalam organisasi dapat dijalankan dengan baik dengan menggunakan teknik-teknik sebagai berikut :
1.    Jelaskan tujuan organisasi kepada setiap anggota organisasi
2.    Usahakan agar setiap orang menyadari, memahami, serta menerima baik tujuan tersebut
3.    Jelaskan filsafat yang dianut pimpinan organisasi dalam menjalankan kegiatan-kegiatan organisasi
4.    Jelaskan kebijakan yang ditempuh oleh pimpinan organisasi dalam usaha pencapaian tujuan
5.    Usahakan agar setiap orang mengerti struktur organisasi
6.    Jelaskan peranan apa yang diharapkan oleh pimpinan organisasi untuk dijalankan oleh setiap orang
7.    Tekankan pentingnya kerjasama dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan yang diperlukan
8.    Perlakukan setiap bawahan sebagai manusia dengan penuh pengertian
9.    Berikan penghargaan serta pujian kepada karyawan yang cakap dan teguran serta bimbingan kepada orang-orang yang kurang mampu bekerja
10.     Yakinkan setiap orang bahwa dengan kerja yang baik dalam organisasi tujuan pribadi orang-orang tersebut akan tercapai semaksimal mungkin

2.4    Prinsip dan Fungsi Penggerakan
v Prinsip-prinsip penggerakan, yaitu[4]:
1. Efisien
2. Komunikasi
3. Jawaban terhadap pertanyaan 5w + 1H
4. Penghargaan linsentif
v Fungsi Penggerakan, yaitu :
1.    Komunikasi
Berbicara dengan bawahan, memberi penjelasan dan penerangan, memberikan isyarat, meminta keterangan, memberikan nota, mengadakan pertemuan, rapat briefing, pelajaran, wejangan dan sebagainya.
2.    Human Relation
Memperhatikan nasib bawahan sebagai manusia dan selalu ada keseimbangan antara kepentingan pribadi pegawai, mengembangkan kegembiraan dan semangat kerja yang sebaik-baiknya dan kepentingan umum organisasi.
3.    Leadership
Menunjukkan dan membuat bawahan merasa bahwa mereka dilindungi dan dibimbing, bahwa mereka mempunyai seorang sumber pimpinan dan penerangan dalam menghadapi kesulitan dan masalah pekerjaan maupun pribadi keluarga (inti penggerakan).
4.    Pengembangan eksekutif
Berusaha agar setiap bawahan dapat mengambil keputusan sendiri yang tepat dalam melaksanakan pekerjaan atau tugas masing-masing, agar setiap bawahan terbuka dan atas prakarsa sendiri selalu berusaha untuk menekan biaya, memperkuat disiplin, meningkatkan mutu kerja dan sebagainya.
5.     Mengembangkan rasa tanggung jawab
Mengembangkan sikap pada bawahan untuk tidak menerima apabila tidak melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya.
6.     Pemberian komando
Memberi perintah, instruksi, direktif, meminta laporan dan pertanggungjawaban, memberi teguran dan pujian.
7.     Mengadakan pengamatan
Atas pekerjaan dan aktivitas bawahan langsung,
8.     Pemeliharaan moral dan disiplin
Mendidik serta memberi contoh kepada bawahan tentang apa yang baik dan patut dilaksanakan, menjaga ketertiban, kesopanan dan kerukunan.
























BAB III
PENUTUP
3.1         SIMPULAN
Penggerakan adalah suatu usaha untuk menggerakan anggota kelompok atau individu yang berkeinginan dan berusaha untuk mencapai sebuah perusahaan tersebut untuk menggerakan dalam organisasi yang dibentuk dalam memenuhi kebutuhan individual tersebut.
Teknik-Teknik Penggerakan terdiri dari :
v  Jelaskan tujuan organisasi kepada setiap anggota organisasi
v  Usahakan agar setiap orang menyadari, memahami, serta menerima baik tujuan tersebut
v  Jelaskan filsafat yang dianut pimpinan organisasi dalam menjalankan kegiatan-kegiatan organisasi
v  Jelaskan kebijakan yang ditempuh oleh pimpinan organisasi dalam usaha pencapaian tujuan
v  Usahakan agar setiap orang mengerti struktur organisasi
v  Jelaskan peranan apa yang diharapkan oleh pimpinan organisasi untuk dijalankan oleh setiap orang
v  Tekankan pentingnya kerjasama dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan yang diperlukan
v  Perlakukan setiap bawahan sebagai manusia dengan penuh pengertian
v  Berikan penghargaan serta pujian kepada karyawan yang cakap dan teguran serta bimbingan kepada orang-orang yang kurang mampu bekerja
v  Yakinkan setiap orang bahwa dengan kerja yang baik dalam organisasi tujuan pribadi orang-orang tersebut akan tercapai semaksimal mungkin

Prinsip-prinsip penggerakan, yaitu:
1. Efisien
2. Komunikasi
3. Jawaban terhadap pertanyaan 5w + 1H
4. Penghargaan linsentif
Fungsi penggerakan dan pelaksanaan (Aktuasi) merupakan usaha untuk menciptakan iklim kerja sama di antara staf pelaksana program sehingga tujuan organisasi dapat tercapai secara efektif dan efisien.

3.2       SARAN
Seorang pemimpin harus memilki sifat-sifat kepemimpinan yang baik dan  bertanggungjawab atas suatu organisasi yang dijalankan. Mampu menggerakkan stafnya bekerja lebih produktif tanpa mengabaikan kebutuhan para staf.


























DAFTAR PUSTAKA

P. Siagian, Sondang. Prof. Dr, 2008. Filsafat Administrasi. Jakarta : PT. Bumi Aksara.
http://koranrakyat.net/2008/09/01/firasat-administrasi/htm.





[1] Prof. Dr. Sondang P. Siagian, M.P.A. PT. Bumi Aksara. hal. 106
[3] Ibid, hal. 110
[4] http://koranrakyat.net/2008/09/01/firasat-administrasi/htm.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar