Selasa, 17 April 2012

Uas Filsafat manajemen


SOAL UJIAN AKHIR SEMESTER
TAHUN AKADEMIK 2011
JURUSAN ADMINISTRASI NEGARA  SEMESTER III
MATA KULIAH FILSAFAT MANAJEMEN (TAKE HOME)
DOSEN : DRS. AYI SOFYAN, M.Si

Petunjuk :
a)      Hasil kerja dikumpulkan pada saat UJIAN Mata Kuliah Filsafat Manajemen kepada Panitia Ujian, dan yang tidak mengumpulkan tepat pada waktunya dianggap mengundurkan diri, tanda tangani daftar hadir ujian Anda.
b)      Tik computer font 12 spasi 1,5 times new roman
c)      Cover dilengkapi dengan nama, NIM, semester, dan Jurusan serta Kelas dan Tanda tangan
Soal-soal :
Bagian I
1)      Jelaskan pengertian Filsafat, Filsafat Administrasi dan Manajemen, Objek Formal dan Objek Material Filsafat Administrasi dan Manajemen serta apa kegunaan dan manfaat mempelajarinya ?
2)      Paradigma Filsafat Administrasi dan Manajemen mengalami perkembangan, demikian halnya dengan dimensi substantifnya. Jelaskan perkembangan paradigma filsafat administrasi atau manajemen dan jelaskan pula substansinya!
3)      Secara epistimologi pengetahuan lahir dari pengalaman rasional dan empirik, meskipun selain itu ada sumber pengetahuan yang disebut commonsense, bagaimana hubungannya dengan filsafat administrasi dan manajemen? Jelaskan!
4)      Secara aksiologis filsafat administrasi dan manajemen mengandung nilai dan energi bagi pengembangan kelembagaan model hubungan kemanusiaan, dan model pilihan publik. Jelaskan yang dimaksud nilai-nilai dan energi tersebut !
Bagian II
1)      Jelaskan pengertian filosofis Perencanaan, Pengorganisasian, Pelaksanaan dan Pemotivasian, Pengontrolan dan Evaluasi Organisasi.
2)      Jelaskan hakikat, prinsip-prinsip, bentuk-bentuk, dan peran manusia dalam organisasi.
3)      Jelaskan klasifikasi kebutuhan manusia menurut Abraham Maslaw dan McClelland, serta teknik-teknik penggerakan dalam organisasi yang anda ketahui!
4)      Jelaskan sifat-sifat dan teknik-teknik pengawasan berikut contohnya!
5)      Jelaskan hakikat dan langkah evaluasi, serta jelaskan hubungan antara fungsi organisasi antara 1 dengan yang lainnya!

Bagian III
Buatlah kesimpulan dari penjelasan bagian I dan II secara singkat, padat, dan akurat.








Selamat mengerjakan! Good luck!!
Jawaban
Bagian I
1.      A. Pengertian Filsafat
Filsafat berasal dari bahasa Yunani terdiri dari dua suku kata yaitu “philos” dan “Shopia”. Philos biasanya diterjemahkan dengan istilah senang, gemar, atau cinta, sedangkan shopia dapat diartikan kebijaksanaan atau kearifan.
Jadi dapat disimpulkan bahwa filsafat berarti cinta kepada kebijaksanaan.
Menurut Aristoteles (384 – 322 SM)  filsafat adalah menyelidiki sebab dan asas segala benda. Dengan demikian filsafat bersifat ilmu umum sekali. Tugas penyelidikan tentang sebab telah dibagi sekarang oleh filsafat dengan ilmu.
Sedangkan berfilsafat berarti berfikir secara mendalam sistematis, konstruktif (memiliki pola) dan kritis hingga ke akar-akarnya tentang suatu fenomena berdasarkan kaidah-kaidah kebenaran dan kebijakan sehingga melahirkan pengetahuan dan ilmu sehingga berfilsafat berarti berusaha mengetahui sesuatu yang sedalam-dalamnya mengenai hakikat, fungsi, ciri-ciri, kegunaan, masalah-masalahnya serta pemecahannya.

            B. pengertian Filsafat Administrasi dan Manajemen
Yaitu menjadikan administrasi dan manajemen sebagai subjek dan sasaran filosofi sehingga ilmu administrasi dan manajemen dibangun berdasarkan kaidah-kaidah berfikir rasional, objektif, konstruktif dan sistematis.
 C. Objek Formal dan Objek Material Filsafat Administrasi dan Manajemen
a. Objek Formal Administrasi dan Manajemen
Artinya bahwa keteraturan, pengaturan, dan kepemerintahan sebagai objek formal filsafat administrasi secara essensial akan nampak pada hubungan antara yang diatur dan yang mengatur baik dalam konteks internal dan eksternal organisasi dalam kehidupan yang lebih luas hingga pada wilayah negara

b.      Objek Material Filsafat Administrasi dan Manajemen terdiri dari :
-          Filsafat Sosiologis, melihat kerjasama dalam hubungan individu dengan kelompok struktur kehidupan masyarakat
-          Filsafat Politik, melihat manusia bekerjasama dalam konteks hubungan kekuasaan dengan yang dikuasai
-          Filsafat Pemerintahan, melihat manusia dalam hubungan antara pemerintah dan yang diperintah
-          Filsafat Ekonomi, melihat manusia bekerjasama dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup
-          Filsafat Hukum, melihat hubungan kerjasama manusia dalam rangka pencarian keadilan dan penegakan hukum oleh subjek-subjek hukum dan objek hukum
D. Kegunaan dan manfaat mempelajari Filsafat Administrasi dan Manajemen
1.      sebagai dasar dan pedoman berfikir yang efektif bagi manajer
2.      Sebagai pedoman untuk memecahkan masalah manajer
3.      Memberikan pedoman bagi pekerjaan manajer 
4.      Memberikan kepercayaan dan pegangan untuk manajer demi mencapai tujuan
5.      Sebagai dasar kepercayaan manajer.
6.      Dapat dipergunakan untuk mendapat sokongan dan partisipasi bawahan terhadap peran manajer
2.      A. Perkembangan Paradigma Administrasi atau Manajemen
1.      Dikotomi politik dan administrasi, pelopor paradigma ini adalah Goodnow, menyatakan bahwa administrasi orientasi aktivitasnya adalah pelaksanaan kekuasaan melalui suatu kebijakan, sedangkan politik orientasinya kepada merebut atau memperoleh sesuatu kekuasaan. Oleh sebab itu, apabila administrasi vakum maka politik mulai bergerak melanglang buana mencari kekuasaan. Setelah kekuasaan dilaksanakan dengan berbagai kebijakan, maka administrasi mulai aktif dan politik vakum, demikian seterusnya.
2.      Prinsip-prinsip administrasi, pelopor paradigma ini adalah Willoughby, menyatakan bahwa prinsip administrasi adalah prinsip administrasi, dalam artian bukan prinsip ilmu lain. Sangat banyak jenis prinsip administrasi, antara lain prinsip bekerja. Prinsip ini hanya memandang kepada keberhasilan apabila diimplementasikan
3.      Administrasi Negara sebagai ilmu politik, pencetus paradigma ini adalah Simon, menyatakan bahwa administrasi dan politik adalah saling memperkuat dan melengkapi dalam upaya pencapaian tujuan, baik itu untuk memperoleh kekuasaan maupun pelaksanaan kekuasaan.
4.      Administrasi Negara, salah satu pelopor paradigm ini adalah James D. Thompson, dalam pelaksanaan pengaturan dan keteraturan Negara diperlukan ilmu dan teknologi administrasi sebagai sarana berpikir dan bertindak, sehingga tugas-tugas kenegaraan dapar memberikan hasil yang memuaskan semua pihak.
5.      Administrasi Negara sebagai administrasi negara, pelopor ini dikemukakan oleh Nicholas Henry, dengan mengidentifikasi masalah-masalah kepentingan public sebagai focus kegiatan administrasi Negara.

B. Substansi filsafat administrasi atau manajemen :
Substansi administrasi diklasifikasikan kedalam 7 bagian yaitu :
1.      Administrasi sebagai administrasi. Adalah keteraturan yang diinginkan yang dikembangkan melalui prinsip-prinsip dan kegiatan ketatausahaan.
2.      Administrasi sebagai bagian dari dan atau ilmu politik. Artinya bahwa keteraturan dan pengaturan dalam kekuasaan juga merupakan keteraturan dalam politik dan pemerintah.
3.      Ilmu administrasi sebagai manajemen dan ilmu administrasi. Keteraturan yang dikembangkan secara ilmiah dengan menetapkan substansi pada objek ilmu.
4.      Ilmu administrasi yang humanistik. Menempatkan manusia bukan hanya sebagai individu, tetapi merupakan anggota dalam kehidupan kelompok
5.      Ilmu administrasi sebagai politik administrasi. Posisi administrasi sebagai politik administrasi dimaksudkan bahwa ilmu administrasi didasarkan atas pendekatan continue.
6.      Ilmu administrasi dalam pendekatan ekologi telah melahirkan kajian khusus yang dikenal dengan ekologi administrasi.
7.      Ilmu administrasi dalam pendekatan pembangunan. Yang menjadi substansi dari pendekatan ini adalah perubahan. Oleh karena itu, keteraturan dalam administrasi memiliki kemampuan untuk mengapresiasi perubahan-perubahan yang terjadi.

3.      Epistimologis Ilmu Administrasi
Epistimologis merupakan bagian dari filsafat ilmu yang mempelajari dan menetapkan kodrat atau skop suatu ilmu pengetahuan serta dasar pembentukannya. Secara epistimologis bahwa administrasi mempunyai beberapa hal yang perlu diperhatikan diantaranya sebagai berikut :
a.      Objektivitas administrasi
Pada hakikat dasar dari pengetahuan administrasi manusia mensyaratkan adanya makna apriori (kebenaran dasar) sebagai realita fundamental dan tidak relatif, sedangkan kebenaran realita yang telah mengalami perubahan dari nilai dasar kebenaran relatif tertuang dalam hakikat aposteritori.
b.      Subjektivisme administrasi
Cara pandang ilmu administrasi terhadap kebenaran yang terkandung di dalam nilai-nilai administrasi senantiasa dilihat secara subjektif, apabila tidak meresapi dan mendalami administrasi itu sesungguhnya. Secara epistemologi administrasi, bila dihubungkan dangan konsep-konsep lainnya terlihat mempunyai hubungan yang sangat kompetitif dangan didasarkan atas mekanisme pertarungan pendapat dan konsep yang kompleks kemudian pengalokasian pembenaran pemikiran yang cukup tajam.


c.       Skeptisisme administrasi
Administrasi adalah suatu proses pemikiran yang rasional dengan andalan utamanya diletakkan pada pembenaran empiris. Ilmu administrasi otomatis menjadi salah satu kajian dari filsafat ilmu yang menspesialisasikan pada :
v  pemikiran bersifat spekulatif,
v  melukiskan hakikat realita secara lengkap,
v  menentukan batas-batas jangkauan,
v  melakukan penyelidikan tentang kondisi krisis,
v  administrasi merupakan salah satu bidang disiplin ilmu. Bahwa skeptisisme pada kondisi tertentu juga dapat berakibat negatif dalam suatu kegiatan administrasi.

d.      Etika dan Moralitas Administrasi
Ø  Etika Administrasi
Etika adalah suatu tatanan atau aturan hidup pada komunitas manusia tertentu. Dalam suatu administrasi etika ilmu administrasi disadari atau dimengerti adalah dengan ilmu administrasi yang berangakat dari pemikiran sampai kepada tindakan atau perbuatan manusia.
Ø  Moralitas Administrasi
Kaidah atau prinsip moralitas dapat juga menerima pengecualian, karena kaidah atau prinsip tersebut adalah gagasan abstrak yang ditarik dari perhatian bagi orang-orang yang mengerjakan sesuatu dengan baik. Bahwa moralitas merupakan kualitas perbuatan manusia yang didorong oleh gerakan kejiwaan dengan memperhitungkan benar dan salahnya serta baik dan buruknya.

e.       Konseptual administrasi
Konseptual administrasi merupakan suatu symbol bagi sekumpulan kenyataan yang sifatnya konkret perceptual yang lumayan banyak jumlahnya. Dalam administrasi konseptual mereduksi fungsi suatu symbol otomatis yang berada dalam kesadaran manusia. Konsep dalam ilmu administrasi cenderung merupakan pemikiran yang didasarkan kepada perceptual dengan pembuktiannya untuk melahirkan suatu jangkauan yang lebih luas, yang diistilahkan dangan teori. Teori adalah akumulasi bangunan dari berbagai macam konsep sehingga melahirkan pemahaman yang lebih mendalam kemudian diakumulasikan ke dalam suatu keutuhan.

4.      Nilai-nilai dalam aksiologi Filsafat Administrasi atau Manajemen
Aksiologi ilmu admiministrasi yaitu bagaimana ilmu administrasi digunakan sehingga memberikan manfaat dalam kehidupan manusia. Sasaran pembahasan (content) aksiologi ilmu administrasi mulai dari penerapan atau penggunaan sampai pengembangan dan pemanfaatan ilmu administrasi itu sendiri dalam kehidupan manusia.
Nilai-nilai dalam aksiologi Filsafat Administrasi atau Manajemen terdiri dari :
-          Kebenaran asal mula
Bahwa asal mula kebenaran ilmu administrasi adalah dari pengetahuan yang telah dikompilasikan dalam suatu integrasi pemikiran manusia. Jika diyakini bahwa asal mulanya itu adalah salah maka itulah kebenaran dalam kesalahan, dan jika asal mulanya itu adalah benar maka itulah kebenaran dalam kebenaran.
-          Kebenaran mengungkap
Bagaimana mengetahui kebenaran yang dikandung ilmu administrasi melalui ungkapan, atau kata lain ucapan baik secara langsung maupun secara tidak langsung. Untuk mengukur benar dan salahnya ungkapan atau ucapan sangat ditentukan kepada konkrenitas yang diungkap itu, karena konkrenitas bias menentukan kesesuaian.
-          Kebenaran memandang
Cara pandangan ilmiah sebenarnya administrasi mampu membangun pemikiran terutama di era modernitas ini, agar selalu bisa dipahami dan diimplementasikan dalam kehidupan nyata. Melalui pandangan ilmiah, administrasi telah meperlihatkan kemukjizatan untuk menaburkan kebaikan dan kebenaran, demikian sebaliknya menghilangkan kejahatan dan kesengsaraan.
-          Kebenaran bentuk
Pengalaman objektif yang teroganisir dalam struktur yang sistematis dan teratur. Inilah yang dimaksudkan dengan kebenaran bentuk ilmiah. Dalam suatu ilmu pengetahuan administrasi diperlukan suatu pengalaman, pemahaman, pengetahuan, dan ilmu bukanlah sekedar fakta yang sederhana melainkan gabungan dari dua faktor yang seolah-olah bertentangan yaitu antara faktor materi (content) dan faktor formalnya.
-          Kebenaran isi
Kebenaran isi atau materi (content), khususnya pada ilmu dan teknologi administrasi yang dikuasai. Secara kenyataan bahwa kepala manusia adalah sama, yaitu masing-masing bundar di dalamnya terdapat otak, dan di dalam otak terdapat pikiran, tetapi kenapa kecerdasan intelektual manusia berbeda-beda. Tetapi sejarah hidup manusia berkata lain, mutlak manusia memerlukan semuanya itu, karena dalam perjalanan kehidupan manusia senantiasa ada masa jaya dan ada pula masa suram, hal ini saling berganti tanpa dapat diprediksi oleh manusia yang bersangkutan.
-          Kebenaran konsep
Pemahaman tentang kebenaran konsep ilmu dan teknologi administrasi pada dunia professional dengan dunia keilmuan sangat berbeda. Pemahaman konsep pada dunia professional adminiatrasi adalah idea tau gagasan yang dituangkan dalam tulisan sedangkan pemahaman konsep di dunia keilmuan adalah serangkaian pengetahuan yang sejenis dengan bentuk suatu wawasan pemikiran mendalam, atau dapat pula dikatakan konsep.
-          Kebenaran Teori
Ilmu dan teknologi administrasi bersumber dari teori, kemudian ilmu dan teknologi administrasi melahirkan teori. Sedangkan teori lahir bersumber dari konsep, kemudian teori melahirkan konsep, dan seterusnya. Dalam suatu proses nyang menggambarkan mekanisme pengembangan suatu pengetahuan, konsep, teori, sampai kepada imu yang ditidak dapat dikantonikan antara satu dengan yang lainnya tetapi merupakan suatu kesatuan yang berlangsung terus-menerus secara sistematis dalam pemikiran manusia untuk merenungi keajaiban ilmu pengetahuan.

Bagian II
1.      a.  Pengertian Filosofis Perencanaan (planning)
Perencanaan (planning) merupakan keseluruhan proses pemikiran dan penentuan secara matang tentang hal-hal yang akan dikerjakan dimasa yang akan datang dalam rangka pencapaian tujuan yang telah dientukan.
b.  Pengertian Filosofis Pengorganisasian (organizing)
Pengorganisasian adalah setiap bentuk persekutuan antara dua orang atau lebih yang bekerja sama untuk sesuatu tujuan bersama dan terikat secara formal dalam persekutuan, yang mana selalu terdapat hubungan antara seorang atau sekelompok orang yang disebut pimpinan dan seorang atau sekelompok orang lain  yang disebut bawahan.
c.       Pengertian Filosofis Pelaksanaan atau Pemotivasian (motivating)
Penggerakan (motivating) dapat didefinisikan sebagai keseluruhan proses pemberian dorongan bekerja kepada bawahan sedemikian rupa sehingga mereka mau bekerja dengan ikhlas demi tercapainya tujuan organisasi dengan efisien dan ekonomis.
d.      Pengertian Filosofis  pengontrolan (controlling)
Pengontrolan atau pengawasan adalah proses pengamatan pelaksanaan seluruh kegiatan organisasi untuk menjamin agar sebuah pekerjaan yang sedang dilakukan berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditentukan sebelumnya.


e.       Pengertian Filosofis Evaluasi (evaluating)
Penilaian atau evaluasi adalah proses pengukuran dan pembandingan hasil-hasil pekerjaan yang nyatanya dicapai dengan hasil-hasil yang seharusnya dicapai, atau evaluasi juga dapat diartikan sebagai proses pengukuran akan efektivitas strategi yang digunakan dalam upaya mencapai tujuan perusahaan. Data yang diperoleh dari hasil pengukuran tersebut akan digunakan sebagai analisa situasi program berikutnya.
2.      a. Hakikat Organisasi
-          Organisasi sebagai wadah
Sebagai wadah,organisasi adalah tempat dimana kegiatan-kegiatan administrasi dan manajemen dijalankan. Sebagai wadah organisasi bersifat “relatif statis”
-          Organisasi sebagai Proses
Organisasi sebagai proses menyoroti proses interaksi antara orang-orang di dalam organisasi itu. Karenanya, organisasi sebagai proses, jauh “lebih dinamis” sifatnya dibanding dengan organisasi sebagai wadah.
b. Prinsip-prinsip Organisasi
prinsip-prinsip organisasi terdiri dari :
1.      Terdapat tujuan yang jelas, tanpa adanya tujuan yang jelas, organisasi dapat diumpamakan dengan sebuah kapal yang berlayar tanpa mempunyai pelabuhan yang akan ditujunya.
2.      Tujuan organisasi harus dipahami oleh setiap orang di dalam organisasi. Apabila setiap orang didalam organisasi mengetahui tujuan apa yang hendak dicapai organisasi ada beberapa hal yang dapat mereka laksanakan, yaitu :
v  Mengetahui apa yang diharapkan oleh organisasi dari mereka masing-masing
v  Dapat memahami apa yang mereka dapat harapkan dari organisasi
v  Dapat menilai apakah tujuan organisasi itu sinkron dengan tujuan mereka pribadi
v  Jika belum sinkron, mereka dapat memutuskan apakah berusaha untuk mensinkronisasikan atau tidak ataukah akan meninggalkan organisasi tersebut

3.      Tujuan organisasi harus diterima oleh setiap orang dalam organisasi.
4.      Adanya kesatuan arah (unity of direction). Adanya kesatuan perintah (unity of command).
5.      Adanya keseimbangan antara wewenang dan tanggung jawab seseorang.
6.      Adanya pembagian tugas (distribution of work). Dalam hubungan ini perlu diperhatikan bahwa biasanya didalam suatu organisasi terdapat dua kelompok manusia, Yakni sebagai berikut :
a.       Kelompok manusia yang mempunyai kapasitas yang tinggi, daya kreasi yang besar serta daya prakarsa yang tinggi pula.
b.      Kelompok manusia yang tidak terlalu senang menerima tanggung jawab, yang kurang daya kreasinya serta yang inisiatifnya rendah.
7.      Struktur organisasi  harus disusun sesederhana mungkin. Sederhana mungkin disini berarti sesuai dengan kebutuhan dan memudahkan koordinasi, pengawasan, dan pengendalian.
8.      Pola dasar organisasi harus relatif permanen. Meskipun struktur organisasi dapat dan memang harus diubah sesuai dengan tuntutan perkembangan, kemajuan/kemunduran, sifat tugas yang lain, karena tujuan terpaksa diubah atau oleh factor-faktor lain, fleksibilitas dalam penyesuaian itu harus jangan bersifat mendasar. Oleh karenanya pola dasar struktur organisasi perlu dibuat/sedemikian rupa sehingga tidak perlu sering diubah.
9.      Adanya jaminan jabatan (security of tenure) . hal ini berarti bahwa kelompok pimpinan tidak boleh memperlakukan bawahannya dengan semena-mena, misalnya dalam bentuk pemecatan tanpa alasan yang kuat.
10.  Imbalan yang diberikan kepada setiap orang harus setimpal dengan jasa yang diberikan. Setimpal disini berarti sesuai dengan sifat jasa yang diberikan. Tetapi juga berarti bahwa balas jasa yang diberikan kepada karyawan harus dapat menjamin tingkat hidup yang normal, berlaku bagi masyarakat dimana karyawan itu hidup.
11.  Penempatan orang yang sesuai dengan keahliannya.


c. Bentuk-bentuk organisasi
karena organisasi adalah sesuatu yang dinamis, yang menyesuaikan kedinamisannya, dengan masyarakat, maka sekarang ini dikenal lima macam bentuk organisasi.
Bentuk-bentuk Organisasi terdiri dari :
1.      Organisasi lini
Bentuk ini memiliki sifat-sifat sebagai berikut:
a.       Organisasi kecil;
b.      Umlah karyawannya sedikit;
c.       Pemilik biasanya menadi pimpinan tertinggi di dalam organisasi;
d.      Hubungan kera antara pimpinan dan para bawahan pada umumnya masih bersifat langsung (face to face relationship);
e.       Tingkat spesialisasi yang dibutuhkan masih sangat rendah;
f.       Semua anggota organisasi masih kenal satu sama lain;
g.      Tujuan yang hendak dicapai masih sederhana;
h.      Alat-alat yang dibutuhkan untuk melaksanakan kegiatan dalam rangka pencapaian tujuan masih sederhana;
i.        Struktur organisasi masih sederhana;
j.        Produksi yang dihasilkan belum beraneka ragam (diversified).

Karena sifat organisasi lini yang masih serba kecil dan sederhana itu, maka ada beberapa kebaikan bentuk ini, meskipun ada pula keburukan-keburukannya.
Bentuk organisasi lini mempunyai kebaikan-kebaikan, antara lain sebagai berikut.
a.       Proses pengambilan keputusan dapat berjalan dengan cepat karena umlah orang yang perlu diajak berkonsultasi masih sedikit.
b.      Rasa solidaritas para anggota organisasi pada umumnya masih besar karena masih saling mengenal.
c.       Disiplin biasanya masih tinggi.

Beberapa keburukan bentuk organisasi ini ialah sebagai berikut :

1)      Tujuan organisasi identik dengan atau paling sedikit didasarkan atas tujuan pribadi pimpinan tertinggi dalam organisasi.
2)      Kecenderungan bagi pimpinan organisasi untuk bertindak diktatoris/otokratis cukup besar karena organisasi dipandang sebagai milik pribadi dan oleh karenanya kemauannyalah yang harus dituruti.
3)      Seluruh organisasi terlalu bergantung pada seseorang sehingga jika seseorang itu tidak mampu melaksanakan tugasnya, maka seluruh organisasi itu terancam oleh ketidaklangsungan kehidupannya.
4)      Kesempatan bagi para karyawan untuk mengembangkan spesialisasi sangat terbatas.
Kiranya tidak terlalu sukar untuk mengerti bahwa tipe itu kurang sesuai untuk organisasi yang komples, besarnya ukuran organisasi, dan banyaknya spesialisasi yang di tuntut.
2.      Organisasi Lini dan Staff
Organisasi lini dan staf mempunyai ciri-ciri sebagai berikut.
a.       Organisasinya besar dan kompleks.
b.      Jumlah karyawannya banyak.
c.       Hubungan kerja yang bersifat langsung (face to face) tidak mungkin lagi bagi seluruh anggota organisasi.
d.      Terdapat dua kelompok besar manusia di dalam organisasi, yaitu :
1.      Sekelompok orang-orang yang melaksanakan tugas-tugas pokok organisasi dalam rangka pencapaian tujuan yang disebut orang-orang lini (line personnel),
2.      Orang-orang yang sifat tugasnya menunang tugas-tugas pokok, baik karena keahliannya, yang berarti bersifat menasihati, maupun yang memberikan jasa-jasa kepada unit-unit operasional dalam bentuk auxilary services, seperti kegiatan di bidang kepegawaian, keuangan, ketatausahaan umum, arsip dan ekspedisi, kendaraan, peralatan dan perlengkapan kantor, dan sebagainya. Orang-orang inilah yang biasa disebut orang-orang staff (staff personnel) yang melaksanakan fungsi-fungsi staf (staff function). Orang-orang staf ini digolongkan kepada dua golongan besar, yaitu para penasihat (advisors) dan auxillary personnel.
e.       Spesialisasi yang beraneka ragam diperlukan dan dipergunakan secara maksimal.
Bentuk organisasi ini pada mulanya dikembangkan di Eropa dan dipelopori oleh golongan militer. Sebagaimana diketahui personel dalam organisasi militer. Dibagi menjadi dua golongan, yaitu :
a.       Pasukan tempur yang dikirim ke garis depan untuk bertempur, yang berarti melakukan tugas pokok, dan
b.      Orang-orang staf yang menyediakantenaga, keuangan material, perbekalan, dan kebutuhan penunjang lainnya.
Adapun kebaikan-kebaikan tipe organisasi ini, antara lain sebagai berikut :
a.       Adanya tugas yang jelas antara orang-orang yang melaksanakan tugas-tugas penunjang.
b.      Bakat yang berbeda-beda dari para anggota organisasi dapat dikembangkan menjadi suatu spesialisasi.
c.       Koordinasi mudah dijakan dalam sedtiap kelompok dari kedua golongan karyawan itu.
d.      Disiplin serta moral biasanya tinggi karena tugas yang dilaksanakan oleh seorang sesuiai dengan bakat, keahlian, pendidikan, dan pengalamannya.
e.       Penerapan prinsip the right man on the right place lebih mudah  dijalankan.
f.       Bentuk organisasi ini dapat dipergunakan oleh setiap organisasi yang bagaimanapun besarnya, apapun tujuannya, dan betapa kompleks pun struktur organisasinya.


Meskipun banyak kebaikan-kebaikan, bentuk ini tidak lepas pula dari keburukan-keburukan tertentu, seperti berikut.
1.      Bagi para pelaksana tingkat operasional tidak selalu jelas yang mana perintah, yang mana nasihat. Artinya, orang-orang lini dihadapkan kepada dua macam “atasan”. Pertama, atasan yang telah ditentukan dalam line of command yang mempunyai hak memerintah  (line authority). Kedua para pelaksana operasional itu dihadapkan pula kepada pimpinan staf yang meskipun hanya berhak memberikan nasihat, perlu pula ditaati karena nasihat itu didasarkan kepada keahlian dan wewenang fungsional (functional authority).
2.      Pemerintah dari hierarki lini tidak selalu seirama dengan nasihat dari hierarki staf, karena belum tentu kedua macam hierarki ini memandang sesuatu hal dengan persepsi yang sama.
Meskipun demikian kiranya untuk zaman modern sekarang ini bentuke line and staff inilah yang dipandang terbaik karen lebih dapat memenuhi kebutuhan yang sangat kompleks sekalipun.
3. A. Menurut Abraham H. Maslow dalam bukunya Motivation and Personality, Maslow  menggolongkan kebutuhan manusia dalam lima tingkat kebutuhan (Five Hierarchy of Needs). Kelima tingkat kebutuhan itu perlu diketahui oleh pemimpin organisasi dan berusaha untuk memuaskannya bagi bawahannya. Kelima tingkat kebutuhan itu,menurut Maslow adalah sebagai berikut :
a. Kebutuhan yang bersifat fisiologis  (physiological needs)
Manifestasi kebutuhan ini terlihat dari tiga hal, yaitu sebagai berikut :
1.      Sandang
2.      Pangan
3.      Tempat berlindung (perumahan)
                        Kebutuhan-kebutuhan ini merupakan kebutuhan yang amat primer karena kebutuhan-kebutuhan ini telah terasa sejak seorang manusia dilahirkan hingga ia memasuki liang kuburnya.


              b. Kebutuhan-kebutuhan keamanan (safety needs)

       Kebutuhan-kebutuhan keamanan ini mengarah kepada dua bentuk, yaitu sebagai berikut
1.      Kebutuhan akan keamanan jiwa, yang bagi pemimpin organisasi terutama berarti keamanan jiwa ditempat pekerjaan pada waktu  jam kerja. Dalam arti luas tentunya setiap manusia membutuhkan keamanan jiwanya dimanapun ia berada.
2.      Kebutuhan akan keamanan harta, ditempat pekerjaan pada waktu jam kerja.

              c. Kebutuhan-kebutuhan sosial (social needs)

                        Karena manusia adalah makhluk social, sudah jelas ia mempunyai kebutuhan-kebutuhan sosial, yang tergolong kedalam 4 golongan yaitu sebagai berikut :
                                     1.      Kebutuhan akan perasaan diterima oleh orang lain dimana ia hidup dan bekerja  (sense of belonging)
                                     2.      Kebutuhan akan perasaan dihormati kerena manusia merasa dirinya penting (sense of importance)
3. Kebutuhan akan perasaan maju dan tidak gagal (sense of  achievement)
       4. Kebutuhan akan perasaan ikut serta (sense of participation)
       5. Kebutuhan akan prestise (esteem needs)
                 Yaitu kebutuhan memperoleh kemashuran atau reputasi, terhormatan atau dihormati. Mereka membutuhkan pujian, penghargaan dan pengakuan atas kedudukannya (status).

              d. Kebutuhan mempertinggi kapasitas kerja (self actualization)

                 Hal ini berarti bahwa setiap manusia ingin mengembangkan kapasitas mental dan kapasitas kerjanya melalui berbagai cara seperti on the job training, off the job training, seminar, konverensi, pendidikan akademis, dan sebagainya.
                                         

B. Teori kebutuhan manusia oleh David Mc Clelland, ada (tiga), yaitu :

1.                 Need for achievement (kebutuhan untuk berprestasi). Yaitu kebutuhan untuk berprestasi yang merupakan refleksi dari dorongan akan tanggung jawab untuk memecahkan masalah.
2.                 Need for affiliation (kebutuhan untuk berafiliasi). Yaitu kebutuhan untuk berafiliasi yang merupakan dorongan untuk berinteraksi dengan orang lain, berada bersama  orang lain, tidak mau melakukan sesuatu yang merugikan orang lain.
3.                 Need for power (kebutuhan untuk berkuasa). Yaitu kebutuhan untuk kekuasaan yang merupakan refleksi dari dorongan untuk mencapai otoritas, untuk memiliki pengaruh terhadap orang lain.

            C. Teknik-teknik Penggerakan

            Pelaksanaan fungsi motivating dalam organisasi dapat dijalankan dengan baik dengan menggunakan teknik-teknik sebagai berikut :
1.    Jelaskan tujuan organisasi kepada setiap anggota organisasi
2.    Usahakan agar setiap orang menyadari, memahami, serta menerima baik tujuan tersebut
3.    Jelaskan filsafat yang dianut pimpinan organisasi dalam menjalankan kegiatan-kegiatan organisasi
4.    Jelaskan kebijakan yang ditempuh oleh pimpinan organisasi dalam usaha pencapaian tujuan
5.    Usahakan agar setiap orang mengerti struktur organisasi
6.    Jelaskan peranan apa yang diharapkan oleh pimpinan organisasi untuk dijalankan oleh setiap orang
7.    Tekankan pentingnya kerjasama dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan yang diperlukan
8.    Perlakukan setiap bawahan sebagai manusia dengan penuh pengertian
9.    Berikan penghargaan serta pujian kepada karyawan yang cakap dan teguran serta bimbingan kepada orang-orang yang kurang mampu bekerja. dan Yakinkan setiap orang bahwa dengan kerja yang baik dalam organisasi tujuan pribadi orang-orang tersebut akan tercapai semaksimal mungkin.
4. A. Macam-macam Pengawasan
1.      Pengawasan dari dalam (internal Control)
Pengawasan dari dalam, berarti pengawasan yang dilakukan oleh aparat/unit organisasi itu sendiri. Aparat/unit organisasi bertindak atas nama pimpinan organisasi. Tugasnya mengumpulkan segala data dan informasi yang diperlukan oleh pimpinan organisasi. Data-data dan informasi ini dipergunakan oleh pimpinan organisasi untuk menilai kemajuan dan kemunduran dalam pelaksanaan pekerjaan. Hasil pengawasan ini dapat pula digunakan dalam menilai kebijaksanaan pimpinan.
2.      Pengawasan dari luar organisasi (external Control)
Pengawasan external berarti pengawasan yang dilakukan oleh aparat/unit pengawasan dari luar organisasi. Aparat/unit pengawasan dari luar organisasi itu adalah aparat pengawasan yang bertindak atas nama pimpinan organisasi itu, atau bertindak atas nama pimpinan organisasi itu karena permintaanya.
3.      Pengawasan Preventif
Pengawasan preventif ialah pengawasan yang dilakukan sebelum rencana itu dilaksanakan. Maksudnya untuk mencegah terjadinya kekeliruan/kesalahan dalam pelaksanaan. Pengawasan preventif dapat dilakukan dengan usaha-usaha sebagai berikut.
1)      Menetukan peraturan-peraturan yang berhubungan dengan sistem prosedur, hubungan, dan tata kerjanya.
2)      Membuat pedoman/manual sesuai dengan peraturan-peraturan yang telah ditetapkan.
3)      Menentukan kedudukan, tugas, wewenang, dan tanggung jawab.
4)      Menentukan sistem koordinasi, pelaporan, dan pemeriksaan.
5)      Menerapkan sanksi-sanksi terhadap pejabat yang menyimpang dari peraturan yang telah ditetapkan.






4.      Pengawasan Represif
Pengawasan represif ialah pengawasan yang dilakukan setelah adanya pelaksanaan pekerjaan. Maksudnya untuk menjamin kelangsungan pelaksanaan pekerjaan agar hasilnya sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Adapun pengawasan Represif ini dapat menggunakan sistem-sistem pengawasan sebagai berikut.
1)      Sistem komparatif
2)      Sistem verifikatif
3)      Sistem inspektif
4)      Sistem investigatif

B. Tekhnik-tekhnik Pengawasan
Proses pengawasan pada dasarnya dilaksanakan oleh administrasi dan manajemen dengan mempergunakan beberapa macam metode, yakni :
1.      Pengawasan langsung
Yang dimaksud dengan pengawasan langsung ialah apabila aparat pengawasan/ pimpinan organisasi mengadakan pemeriksaan dengan sistem inspektif, verifikatif, maupun dengan sistem investigatif. Metode ini dimaksudkan agar segera dapat dilakukan tindakan perbaikan dan penyempurnaan dalam pelaksanaan pekerjaan. Sedangkan sistem pengawasan langsung oleh atasannya disebut built in control. Akan tetapi, karena kompleksnya tugas-tugas seorang pemimpin, seorang pemimpin tidak mungkin dapat selalu menjalankan pengawasan langsung.
2.      Pengawasan tidak langsung
Yang dimaksud dengan pengawasan tidak langsung yaitu aparat pengawasan/ pimpinan organisasi melakukan pemeriksaan pelaksanaan pekerjaan hanya melalui laporan-laporan yang masuk padanya. Laporan tersebut dapat berbentuk lisan, deretan angka-angka atau statistik yang berisi gambaran atas hasil kemajuan yang telah tercapai sesuai dengan pengeluaran biaya/anggaran yang telah direncanakan. Kelemahan daripada pengawasan tidak langsung itu ialah bahwa sering para bawahan hanya melaporkan hal-hal yang positif saja. Padahal seorang pemimpin yang baik akan menuntut bawahannya untuk melaporkan hal-hal yang bersifat positif maupun negatif.
5.      A.  Hakikat Penilaian
Secara filosofis dapat dikatakan bahwa sesuatu yang sudah berhenti tumbuh dan berkembang sudah mulai mengarah kepada kematian. Demikian juga halnya dengan organisasi. Suatu organisasi yang tidak tumbuh dan berkembang sudah mulai menuju kepada kehancuran. Yang dimaksud tumbuh dan berkembang disini terutama berarti :
1.      Organisasi semakin mampu meningkatkan produktivitasnya
2.      Tidak berhenti pada suatu status quo efisiensi
3.      Semakin terlihat adanya organization performance yang semakin efisien
4.      Semakin kurang di ombang-ambingkan oleh up and down situasi sekelilingnya
5.      Dengan cepat dapat mengambil manfaat dari perkembangan diluar organisasi, terutama perkembangan dibidang tekhnologi.

Selain itu, suatu proses biasanya dapat dibagi menjadi beberapa fase yang independent. Suatu fase yang independent adalah suatu fase yang dapat dipandang sebagai sesuatu yang bulat dan berdiri sendiri, meskipun tidak terlepas dari fase sebelumnya maupun fase sesudahnya. Malahan kegunaan dan kebulatan suatu fase dalam suatu proses harus mencerminkan apa yang telah terjadi di masa yang lalu (pada fase sebelumnya) dan apa yang diduga akan terjadi dalam fase yang berikutnya.

Kebulatan suatu fase dapat dilihat dari segi berikut :
1.      Jangka waktu tertentu kapan fase itu diselesaikan, misalnya rencana pembangunan lima tahun.
2.      Jumlah biaya yang dipergunakan untuk melakukan kegiatan-kegiatan pada satu fase tertentu.
3.      Jumlah tenaga yang diperuntukan menyelesaikan satu fase kegiatan tertentu.
4.      Peralatan dan perlengkapan yang telah disisihkan untuk suatu kegiatan atau serangkaian kegiatan dalam satu fase tertentu.
5.      Kombinasi dari keempat faktor tersebut diatas. Memang keempat faktor tersebut diatas biasanya digabungkan menjadi satu kesatuan yang bulat yang dipergunakan untuk sesuatu yang bulat.
Dengan perkataan lain, meskipun administrasi dan manajemen adalah sesuatu proses, tetapi penahapan perlu ada, dan memang selalu ada, ditinjau dari berbagai segi yang telah dijelaskan dimuka. Pada satu fase yang bulat itulah penilaian diadakan, setelah fase itu selesai dikerjakan. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa hakikat dari penilaian itu adalah sebagai berikut :
1.      Penilaian ditujukan kepada satu fase tertentu dalam satu proses setelah fase itu seluruhnya selesai dikerjakan.
2.      Penilaian bersifat korektif terhadap fase yang telah selesai dikerjakan itu.
3.      Penilaian bersifat prescriptive. Sesuatu yang bersifat prescriptive adalah yang bersifat “mengobati”.
4.      Penilaian ditujukan kepada fungsi-fungsi organik lainnya.

B. Hubungan Fungsi Penilaian dengan Fungsi-Fungsi Organik Lainnya

Penilaian, sebagaimana halnya dengan fungsi-fungsi organik administrasi dan manejemen yang lain, dilakukan pada dua tingkatan konsepsional. Pertama, pada tingkat administrasi dilakukan administrative evaluating yang bersifat menyeluruh dan mencakup semua tingkatan hierarki dan aspek kegiatan, Kedua, pada tingkatan manajemen terutama middle and supervisory management dilakukan manjerial evaluating. Majerial evaluating lebih sempit ruang lingkupnya jika dibandingkan dengan administrative evaluating karena tertuju pada hierarki yang bersifat departemental atau sektoral dan menyangkut kegiatan-kegiatan yang hanya bersifat departmental dan sektoral pula.
Dalam rangka pertumbuhan dan perkembangan suatu organisasi, pimpinan dan semua orang dalam organisasi tidak boleh berhenti dalam usahanya mencari jalan ke arah pertumbuhan dan perkembangan yang lebih pesat. Kalau berhenti menjajaki kemungkinan pertumbuhan perkembangan yang lebih pesat maka akan timbul stagnasi. Biasanya stagnasi adalah permulaan kehancuran suatu organisasi. Oleh karena itu pentingnya fungsi penilaian akan lebih jelas terlihat jika hubungan antara fungsi penilaian itu dan fungsi organik lainnya dipelajari dan dipahami.
Ditinjau dari segi hubungan ini, barangkali dapat dikatakan bahwa fungsi penilaian lebih penting dari fungsi-fungsi organik yang lain. Sebabnya ialah bahwa melalui fungsi penilaian, akan ditemukan jawaban pertanyaan “Mengapa”. Misalnya mengapa rencana tidak dapat dilaksanakan sesuai dengan keputusan yang telah diambil. Atau, mengapa organsisasi tidak dapat berjalan dengan lancar?.
            Karena fungsi penilaian berusaha untuk menemukan jawaban terhadap pertanyaan “mengapa” maka penilaian itu ditujukan kepada semua orang di dalam organisasi yang mencakup semua aspek kegiatan, semua peralatan dan peralatan, semua sistem dan prosedur kerja, serta semua hubungan antara unit-unit organisasi dan antara orang-orang di dalam organisasi.

Bagian III
            Dari Bagian I dan Bagian II dapat diperoleh kesimpulan bahwa fungsi dari Filsafat Administrasi dan Manajemen adalah untuk menciptakan keteraturan dalam organisasi, terciptanya suasana kinerja yang dapat tertata dengan baik sehingga organisasi yang ideal dapat berjalan secara efektif, efisien, dan ekonomis. Dengan memperhatikan fungsi-fungsi Administrasi dan Manajemen mulai dari perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), penggerakan (motivating), pengawasan (controlling), dan penilaian (evaluating).

1 komentar: